Tips Mempersiapkan Materi Sebelum Dihafal

Kita sering merasa kesulitan ketika akan menghafal suatu materi. Hal ini karena kita tidak aktif mempersiapkan materi tersebut sesuai dengan kemampuan ingatan kita. Sebelum kita menghafal suatu materi, sebaiknya kita memecah dulu materi tersebut menjadi beberapa bagian. Pemecahan merupakan prinsip pertama metode five-by-five-system yang digagaskan oleh Richard McAdler. Kelima sub-prinsip yang harus Anda pelajari adalah:

Pecahkan materi yang sedang Anda usahakan untuk diingat

Secara alamiah, sebelum materi hafalan masuk dalam ingatan jangka-panjang, materi hafalan akan memasuki ingatan jangka-pendek (ingatan aktif) terlebih dahulu. Ingatan jangka pendek ini hanya bertahan sekitar 15 – 30 detik sebelum akhirnya hilang atau bertahan menuju ke ingatan jangka-panjang. Ada juga yang menyatakan ingatan jangka-pendek dapat menyimpan suatu informasi sampai 20 detik atau bisa juga lebih, bergantung pada bagaimana informasi tersebut kita tangani melalui pemberian tanda khusus (pengkodean) atau melalui proses pengulangan.

Ingatan jangka pendek ini memiliki kapasitas yang sangat kecil. Diandaikan, ingatan ini memiliki petak-petak – jumlahnya tujuh – agar orang berdaya ingat rata-rata dapat menangani 5-9 pecahan data sederhana dalam ingatan jangka pendek, masing-masing pecahan ini dapat dibebani dengan 7 pecahan lain, masing-masing pecahan ini dapat dibebani dengan 7 pecahan lain lagi dan seterusnya.

Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas ingatan jangka-pendek, Anda harus melakukan persiapan terhadap materi sebelum materi itu disimpan.

Memecah Angka. Jika Anda memecah nomor telepon berdigit enam, Anda dapat memecahnya menjadi 2 bunyi, yang masing-masing terdiri dari 3 digit, misalnya 359216 menjadi 359, 215. Jika nomor tersebut berjumlah ganjil misalkan berjumlah 7 digit, maka nomor tersebut dapat diingat paling baik jika dibaca dan dilatih dalam kelompok 4 dan 3 digit. Pola empat-tiga itu bertahan dengan lebih baik dalam ingatan jangka-pendek ketimbang pola tiga-empat.

Susun pecahan-pecahan itu menjadi suatu hirarki

Gagasan yang tidak terhitung jumlahnya dipecah menjadi sejumlah kecil pecahan pikiran, sedangkan proses penyusunan hirarki menghasilkan jalur antarbagian yang lebih kuat dari yang Anda sadari. Alasan jalur itu terbangun kuat adalah karena hirarki menuntut sejumlah proses semantik yang signifikan. Kode semantik merupakan kode terpenting tempat ingatan jangka-panjang disimpan

Gunakan enam bentuk standar untuk pecahan-pecahan itu

Gunakan akronim, jika mungkin, untuk mengingat detail dalam pecahan-pecahan itu

Hirarki dan bentuk tidak membantu Anda mengingat semua item secara terpisah, untuk mengatasi hal itu Anda bisa menggunakan akronim dengan huruf pertama dari masing-masing item.

Anda mungkin harus membolak-balik huruf untuk melakukannya dan Anda dapat menambahkan huruf hidup jika dirasa membantu, misalnya WTRPT, dapat dibolak-balik menjadi TPWTR yang, dengan menambahkan huruf hidup yang cocok, menjadi TAP WATER

Tidak semua akan sederhana dan mudah, Anda biasanya harus sedikit kreatif, tetapi dengan menyulap huruf-huruf dan menambahkan huruf hidup, Anda pasti mampu membuat akronim yang cocok dari suatu daftar.

Gunakan akrostik, jika akronim tidak dapat dibuat

Akrostik adalah frasa yang masing-masing katanya dimulai denga huruf awal dari salah satu hal yang ingin Anda ingat.

Guru musik menggunakan metode akronim dan akrostik untuk mengajarkan tangga nada: F, A, C, E (nada-nada dalam spasi) menghasilkan akronim FACE, sedangkan E, G, B, D dan F (nada-nada pada baris) menghasilkan akrostik Every Good Boy Deserves Favour.

(Disarikan dari buku Improve Your Memory oleh Richard McAdler)

Bagaimana Cara Membentuk Citra dalam Ingatan

28/01/2018

Leave a Reply